Jumat, 05 Oktober 2012

Aksara Kadiri/ Kediri Kuadrat di Mojokerto

Bertambah lagi informasi tentang aksara Kadiri Kuadrat, yang kali ini aksaranya cukup banyak (ada empat baris) dalam satu prasasti. Salah satu ciri aksara ini yang tebal dan cenderung memakan tempat jika hendak ditulis/ dipahat, membuat aksara ini lebih banyak dipakai sebagai aksara dekoratif. Hal ini juga yang menyebabkan informasi mengenai aksara ini lebih sedikit ketimbang aksara kawi yang lain. Atau apa mungkin aksara ini dianggap sudah usang oleh generasi belakangan, lalu memilih menggunakan aksara yang lebih sederhana? Karena kalau dilihat, aksara yang ada di prasasti candi Sukuh dipahat "bold" seperti halnya Kadiri Kuadrat. Namun, aksara di Sukuh lebih kursif daripada Kadiri Kuadrat.

Oke, inilah dia prasasti Pohsarang (kaya bahasa Korea, ya? :D) atau prasasti Lucem. Salah satu peninggalan dari Mojokerto yang masih daerah Kabupaten Kediri. 


Gambar 1. Keadaan prasasti Pohsarang yang aksaranya sudah tidak lengkap.




Gambar 2. Repro dan alih-aksara prasasti (Sumber Gambar: socrates.leidenuniv.nl, OD.3778)



Gambar 3. Alih-aksara kawi kuadrat ke aksara Bali.


Isi Prasasti Pohsarang yang pernah dibaca oleh seorang epigraf  bernama Prof. MM. Sukarto Kartoatmojo adalah (dengan sedikit pengubahan dan perbaikan, saya dapat dari sini):

  1. ' 934 têwêk niṅ  hnu binênêrakên da 
  2. mêl samgat lusêm pu ghêk
  3. saṅ-apañji têpêt-i pananêm
  4. boddhi wariṅin '


Artinya :
Tahun 934 Saka (bertepatan 1012 M) batas patok jalan di
luruskan oleh samgat lusêm pu ghêk
saṅ apañji têpêt dengan penanaman
pohon beringin”.


14 komentar:

  1. bli Dharma, kalo copas dari blog-ku, tinggal copas aja gih, aku rikuh (bhs. jawa) jew kalo disebut kayak gini di blog pian, soalnya aku cuman download aja kok ... beda dengan pian yang menerjemahkan, yang lebih banyak pakai tenaga dan pikiran, kalo download kayak aku kan sedikit aja tenaganya he he he ... please ya bli ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya, aku ada link di facebook ttg perkumpulan pecinta batu (yach kayak pecinta segala sesuatu yg bersejarah gitu), namanya Bol Brutu (Gerombolan Pemburu Batu),siapa tau bli Dharma cocok n kerasan ... he he he ... nie linknya bol brutu (http://www.facebook.com/groups/135387239853364/)

      Hapus
    2. Wah, liat di sampul foto grupnya, ternyata rame juga ya!

      Hapus
    3. iya, rame karena banyak 'orang gila' ... :-D .... minder aku kalo di grup itu ... :-) ... cuman nyimak aja, ndak berani comment ... he he he .....

      Hapus
    4. Bang Anangpaser : jangan minder....comement aja biar ketularan "gila".. hehehehehe
      Pasukan Ghana dan Brutuis dimana2.... :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. seepppp ... :-D, tenang -tenang ... yang penting bli Dharma (Gus Mang Dharma) teuteup berkarya ... :-)

      Hapus
    2. Iya, selama masih ada yang mau saya tulis, blog ini akan tetap hidup.
      Tapi, ya...maklum baru newbie, mungkin semangat nulis masih mandheg-mandheg...

      Hapus
  3. gan...nmpang nanya..
    prasasti2 tu dibuat pake akasara apa ???

    BalasHapus
  4. Halo gan.... Itu dibuat pake aksara Kawi Kuadrat. Masih sekeluarga dengan aksara Kawi, cuma masa perkembangannya pas masa kerajaan Kediri, dan bentuk hurufnya "gemuk-gemuk"...

    BalasHapus
  5. Prasasti di dekat rumah q...
    Ds. Pohsarang, Kec. Semen, Kab. Kediri, Jawa Timur
    sekarang masih in situ di tempatnya.. di kaki Gunung Wilis.
    silahkan mampir jika berkunjung... hehehehe :)

    BalasHapus
  6. Wah, beruntung sekali punya tempat tinggal di dekat peninggalan sejarah.

    Numpang tanya, Mas... Apakah benar prasasti tersebut jadi "sasaran" vandalisme? Ya, semacam corat-coret lah...

    BalasHapus
  7. kenapa harus dibedakan bli antara aksara kawi - buda - kediri (kuadrat) bukankah itu hanya gaya tulisan saja?

    BalasHapus
  8. Ya, karena memang bentuknya berbeda, seperti yang Mas bilang, gayanya berbeda. Kawi Kuadrat bentuknya tebal dan lebih dekoratif, Aksara Buda bentuknya juga berbeda dengan Aksara Kawi biasa dengan bentuknya yang berkait (serif). Kedua aksara ini merupakan hasil pengembangan dari aksara Kawi.

    BalasHapus