Jumat, 05 Oktober 2012

Aksara Kawi di Candi Plaosan Lor (1)


Sekilas tentang Candi Plaosan   
   Candi Plaosan terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, kira-kira 1,5 km ke arah timur dari Candi Sewu. Candi ini merupakan sebuah kompleks bangunan kuno yang terbagi menjadi dua, yaitu kompleks Candi Plaosan Lor (lor dalam bahasa Jawa berarti utara) dan kompleks Candi Plaosan Kidul (kidul dalam bahasa Jawa berarti selatan). Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. 
   Candi Plaosan oleh para ahli diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Hindu, yaitu pada awal abad ke-9 M. Salah satu pakar yang mendukung pendapat itu adalah De Casparis yang berpegang pada isi Prasasti Sri Kahulunan (842 M). Dalam prasasti tersebut dinyatakan bahwa Candi Plaosan Lor dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan, dengan dukungan suaminya. Menurut De Casparis, Sri Kahulunan adalah gelar Pramodhawardani, putri Raja Samarattungga dari Wangsa Syailendra. Sang Putri, yang memeluk agama Buddha, menikah dengan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, yang memeluk agama Hindu.
   Pendapat lain mengenai pembangunan Candi Plaosan ialah bahwa candi tersebut dibangun sebelum masa pemerintahan Rakai Pikatan. Menurut Anggraeni, yang dimaksud dengan Sri Kahulunan adalah ibu Rakai Garung yang memerintah Mataram sebelum Rakai Pikatan. Masa pemerintahan Rakai Pikatan terlalu singkat untuk dapat membangun candi sebesar Candi Plaosan. Rakai Pikatan membangun candi perwara setelah masa pembangunan candi utamanya.


Candi Plaosan Lor

   Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan.
   Pada masing-masing candi induk terdapat 6 patung/arca Dhyani Boddhisatwa. Walaupun candi ini adalah candi Buddha, tetapi gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu.
   Candi Induk Selatan Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Sementara itu, Candi Induk Selatan dipugar pada tahun 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.

Saya copas dari:

http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Plaosan
http://candi.pnri.go.id/jawa_tengah_yogyakarta/plaosan/plaosan.htm


Ukiran-ukiran Aksara Kawi di Candi Plaosan Lor

     Ada limabelas batu berukir yang akan saya update berkala (lima batu setiap postingan). Batu-batu ini sebagian besar berisikan kata "anumoda" yang mirip dengan anumodana dalam bahasa liturgis Buddhisme Theravada berarti terima kasih. Mungkin ukiran ini dibuat untuk mengenang jasa beberapa orang yang terlibat dalam suatu peristiwa di kerajaan Medang. Ukiran-ukiran ini berada pada bagian bawah candi Plaosan Lor. 
     Pihak Belanda selalu rajin mengabadikan hal-hal kecil namun bermanfaat seperti ini. Paling tidak, referensi mengenai aksara Kawi makin bertambah. Yang paling penting, aksara-aksara singkat seperti ini bagus bagi para pemula pembelajar aksara Kawi.



Gambar 1. OD-18960
alih-aksara:
anumoda saŋ kaluŋ warak pu...dakṣahuwus



Gambar 2. OD-19861
alih-aksara:
anumoda saŋ rasba(ŋ) pu mañju




Gambar 3. OD-19863
alih-aksara
anumoda ra(kai) wanwa galuḥ ti




Gambar 4. OD-19866
alih-aksara:
anumoda saŋ ramraman pu siŋhahuwus



Gambar 5. OD-7541
alih-aksara:
|| anumoda saŋ hamĕas pu dumĕnda

Bersambung...


Referensi:

socrates.leidenuniv.nl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar