Selasa, 09 Oktober 2012

Alih-aksara Aksara di Arca Agastya

OD-1176c

      Ada tujuh Maha Rsi yaitu Grtsamada, Wiswamitra, Wamadewa, Atri, Bharadwaja, Wasista, dan Kanwa yang menerima wahyu Weda di India sekitar 3000 tahun sebelum Masehi.  Mereka mengembangkan agama Hindu masing-masing menurut bagian-bagian Weda tertentu. Kemudian para pengikutnya mengembangkan ajaran yang diterima dari guru mereka sehingga lama kelamaan terbentuklah sekta-sekta yang jumlahnya ratusan. 
     Sekte-sekte yang terbanyak pengikutnya antara lain: Pasupata, Linggayat Bhagawata, Waisnawa, Indra, Saura, dan Siwa Siddhanta. Sekta Siwa Siddhanta dipimpin oleh Maha Rsi Agastya di daerah Madyapradesh (India tengah) kemudian menyebar ke Indonesia. 



Gambar 1. Arca Rsi Agastya dari Singasari

      Di Indonesia seorang Maha Rsi pengembang sekta ini dikenal dengan berbagai nama antara lain : Kumbhayoni, Hari Candana, Kalasaja, dan Trinawindu. Di Indonesia dengan jelas disebut dalam prasasti Dinaya.


Gambar 2. Detail pahatan aksara Nāgarī. 

Ukiran aksara yang terdapat pada arca ini ada tiga baris dengan 12 aksara Nāgarī.
Alih-aksara:
भगवान् त्रि (bhagavān tri)
णविंदु महर्षि (ṇaviṁdu maharṣi)
२ (2)

Terjemahan:
Yang Diberkahi Maharsi Trinawindu (Agastya)

Sumber:
socrates.leidenuniv.nl, OD.1176c

4 komentar:

  1. masih belum ngeh nie, apakah Maha Rsi Agastya itu nama sebutan pemimpin (seperti Paus) atau nama nama person ? kalo Maharsi Trinawindu itu nama alias atau person or nama sebutan pemimpin sekta Siwa Siddhanta di Indonesia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya sih memang Rsi Agastya yang ada di India. Lalu membuat padepokan/ pasraman di India. Lalu ajarannya dibawa ke Nusantara. Trinawindu nama aliasnya Rsi Agastya yang dikenal di Nusantara.

      Hapus
  2. ok, suwun nggih :-) , btw, keliatannya bli suka aksara kadiri kuadrat ya ? di leiden library ada OD-2608, coba dicheck dech, prasasti itu sekarang di Museum Nasional, Jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terimakasih. Pada awalnya saya sangat tertarik, tapi lambat laun, kesukaan saya melebar. hehe

      Hapus