Jumat, 05 Oktober 2012

Alih-aksara Prasasti Wayuku 779 Saka

   Saya mencoba melakukan alih-aksara beberapa prasasti. Saya bukan orang yang profesional dalam masalah ilmu epigrafi, tetapi saya cukup tertarik dengan sistem penulisan yang ada di Nusantara, khususnya aksara Kawi. Berikut merupakan prasasti Wayuku yang bertahun Saka 779 (857 Masehi), diukir di atas batu, difoto pada tahun 1913 oleh Leydie Melville H (foto Perpustakaan Leiden).
Beberapa aksara yang kurang jelas membuat saya cukup bingung untuk menginterpretasikan aksara apa yang dipahat oleh citralekha.


Gambar 1.
Prasasti Wayuku.
Sumber: Kuntayamah. 2009. Prasasti Mundu'an
728 S/807 M suatu tinjauan ulang
. Universitas Indonesia.


Gambar 2.
Abklatsch prasasti Wayuku.

Transliterasi:
1. // svasti śaka varṣātīta 779 
2. caitra māsa tithī caturdaśi śuklapa-
3. kṣa vurukuṁ pahiṁ śukra vara* tatkāla
4. rakai sisairā** pu virājā manusuk
5. savah i vayuku sīmā nī bihā-
6. ranīra i abhayananda
Catatan:
*Seharusnya kata vara diukir vāra.
**Saya kurang yakin dengan kata ini. 



  • aksara no. 1 terbaca 'si',
  • aksara 2 sepertinya adalah aksara 'sa' ditambah diakritik 'ai', dan
  • aksara 3 mirip dengan aksara 'ra' yang vokalnya diperpanjang. 
Kata rakai merupakan gelar untuk pemimpin (http://sealang.net/ojed/search.pl?service=dictionary&query=rake,%20rakai,%20raki,%20rak%C4%AB,%20raken). Khususnya raja pada zaman dinasti Sanjaya dan Syailendra, sehingga menurut saya ini rakai sisairā pu virājā adalah seorang bangsawan pada zaman kerajaan yang memerintah pada tahun 779 Saka (mungkin zaman kerajaan Medang). 

Lihat revisi di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar