Jumat, 05 Oktober 2012

Transliterasi Spesimen Inskripsi Aksara Kawi dari Stanford Raffles (Prasasti Kudadu)

Berikut merupakan transliterasi dari sebuah spesimen aksara Kawi yang dimuat di buku History of Java vol. II (prasasti Kudadu).  
Reproduksi yang sangat indah, namun sayang
dikatakan bahwa prasasti Kudadu sudah raib, entah ke mana rimbanya.

Alih-aksara:
  1. //0// swasti śakawarṣātīta ' 1216 ' bhadrapāda māsa ' tīthi pañcā
  2. mī kṛṣṇapakṣa ' ha ' u '  śa ' wāra maḍaŋkaŋan* ' bāyabya sthagrahacāra ' 
  3. rohiṇi nakṣatra ' prajāpati dewatā ' mahendra māṇḍala '   
  4. siddhi yoga ' werajya muhūrtta ' yama parwweśa ' tetila karaṇa ' 
  5. kanya rāśi ' irika diwasany ajñā śrī mahāwīratameśwarānanditapara
  6. kramottaŋgadewa** ' mahābaṇasapatnādhipawinakakaraṇa ' śīlā
  7. cāra guṇa rūpawinayotta manuyukta ' samasta yawadwīpeśwara '
  8. sakala sujana dharmma saŋ rakṣaṇa ' narasiŋhanagaradharmmawiśeṣa santa
  9. na ' narasiŋhamūrtti sutātmaja ' kṛtanaga....


perkiraan saya:
* yang dimaksud adalah wuku maḍaŋkuŋan, namun tidak ada diakritik "u" (suku) pada akṣara ka, sehingga dibaca maḍaŋkaŋan.
** yang dimaksud adalah mahāwīratameśwarānanditaparakramottuŋgadewa. Gelar raja-raja di Jawa yang biasa ditemukan adalah ...tuŋgadeva. Menurut saya terjadi kesalahan pada penulisan.

6 komentar:

  1. mau tanya bli, agak out of the topic, tulisan yang benar secara tulisan romanisasi ala indonesia bagi raden wijaya itu NARARYA apa NARARYYA ya?

    BalasHapus
  2. Saya kira keduanya boleh, Nararyya itu menggunakan cara penulisan kuna, sedangkan Nararya baru.
    Setahu saya, penulisan aksara kuna (semenjak penulisan aksara Pallawa), baik bahasa Sansekerta maupun Kawi, mengalami suatu gejala seperti ini.
    Yang bisa saya jelaskan, antara lain:
    1. aksara mengalami penggabungan dengan aksara "-r-" di mana aksara "-r-" mendahului aksara, dan
    2. penggabungan tersebut menjadi satu ligatur.

    Jika kedua hal di atas terjadi, maka:aksara yang didahului "-r-" tersebut mengalami konjungsi ganda.

    Saya tidak tahu apa nama gejala ini, tapi sebagian besar seperti itu.
    Contoh: Sarwwa, durgga, swargga, aryya, dan lain-lain. Untuk kasus ini, juga terjadi gejala ini, Nararyya/ Nararya = nara (manusia) + aryya/ arya (gelar terhormat).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih penjelasannya, Bli. Lumayan buat tambah-tambah melek sedikit. :)

      Hapus
    2. Terima kasih penjelasannya, Bli. Lumayan buat tambah-tambah saya melek sedikit. :)

      Hapus
  3. Maaf Bli... angka tahun Prasasti Kudadu bukannya tahun "1216"???

    BalasHapus
  4. Terima Kasih (Bhatara) Mahakala atas koreksinya :p

    Maaf, ternyata belum saya revisi.

    Ini prasasti awal-awal saya belajar aksara Kawi, Ketika itu saya kira ini mirip dengan angka 4, sehingga saya alihaksarakan dengan keliru.

    BalasHapus