Jumat, 25 Juli 2014

Alih-aksara Prasasti Kwak I (2)



Alih-aksara

7. paṅgil hyaŋ pūttarāsaṅga / dalinan pu acuŋ / maŋhuri pu kuti / saŋkur pu wawa / tawan pu rañjan / tirip pu agrapiṇḍa / wadihati pu

8. manū / makudur pu mnaŋ / kapua inaŋsĕan mas mā 8 wḍihan pirā yu 1 sowaŋ sowaŋ // tuhan ri wadihati 2 miramiraḥ maŋra
9. ṅkappi halaran tuhān i makudur waṅun sugiḥ / kapua wineḥ mas mā 4 wḍihan ragi (raṅga?) yu 1 sowaŋ sowaŋ // waŋ huta hyaŋ lu
10.maka manusuk saŋ halaran manusuk anak wanua i tāl waraṇa watak hamĕas / i makudur saŋ rawugwug anak wanua i hinpu
11. watak piar wineḥ mas mā 4 wḍihan ragi yu 1 sowaŋ sowaŋ, patiḥ airbuwuŋ ri kaŋ kāla si haris rama ni ṇita, patiḥ kalya
12. n si paramarama ni geṣṭī, kapua wineḥ mas mā 4 wḍihan ragi yu 1 sowaŋ sowaŋ / parujarniŋ patiḥ airbuwuŋ si maja ramani warju



Terdapat 3 tanda berbeda yang digunakan untuk memisahkan frase dalam prasasti, yaitu:



tanda pertama
tanda kedua
tanda ketiga

      Saya belum bisa membedakan fungsi dari tanda pertama dan kedua. Sebelumnya saya beranggapan tanda pertama dan kedua berfungsi setara dengan danda pada bahasa Sansekerta atau koma pada sistem penulisan Latin. Jadi, timbul pertanyaan apakah dua simbol ini di prasasti Kwak I memang berbeda fungsi? Karena jika dilihat tanda pertama hanya terdapat pada 6 baris awal prasasti yang merupakan pembukaan prasasti. Namun tanda pertama tidak hanya terdapat di awal prasasti saja, tapi juga terdapat pada baris yang lain.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar