Jumat, 25 Januari 2013

Prasasti Tugu Upit

Prasasti tugu adalah prasasti yang berbentuk tugu yang dipancangkan di permukaan tanah. Prasasti jenis ini punya dua bagian, yaitu bagian atas dan bawah. Bagian atas prasasti adalah bagian yang menyumbul di permukaan tanah yang berisikan akṣara. Bagian bawah prasasti adalah bagian yang tertanam ke tanah, dan bentuknya tidak sehalus bagian atas prasasti. Bagian atas prasasti tugu kebanyakan berbentuk mirip dengan lingga – simbol Śiwa – sedangkan bagian bawahnya berbentuk kubus.
Prasasti Upit, ditemukan oleh seorang petani di desa Sarawaden, Klaten, yang bernama Mitrowiratmo. Tinggi keseluruhannya adalah 85 cm, dengan bagian bawah 48 cm dan bagian atas 37 cm. Prasasti ini bertuliskan aksara Kawi awal, berbahasa Jawa Kuna, dan akṣaranya melingkari permukaan prasasti.
Nama tempat  yang disebutkan pada prasasti ini; upit/yupit, disebutkan pada beberapa prasasti pada masa kerajaan Medang. Berikut ini adalah tiga prasasti yang menyebutkan nama Upit:
  1. Th. 788 Śaka, seorang Rake Halaran meresmikan tanah bebas pajak di Upit.
  2. Th. 800 Śaka, pemasukan(?) bagi ladang sawah di Mulak digunakan untuk pemeliharaan prāsāda(tempat ibadah) di Upit.
  3. Th. 801 Śaka, mirip dengan di atas,  pemasukan(?) sawah di Kwak digunakan untuk pemeliharaan prāsāda di Upit.
Berikut ini adalah gambar dari prasasti beserta alih-aksaranya:


Gambar Prasasti

gambar 1

gambar 2

gambar 3

gambar 4



Alih-aksara

swasti śakawarṣātita 788 kārtaka¹ pañcadaśi kŗṣņapakṣa wurukuṅ kaliwuan soma tatkāla rake halaran manusuk sima iy-upit

1 = seharusnya Kārtika


Terjemahan

Selamat! Tahun Śaka 788, pada bulan Kārtika, hari kelima paro-gelap, Wurukung, Kaliwuan (Kliwon), Soma (Senin), Rake Halaran meresmikan tanah sīma di Upit.

Referensi

 Atmodjo, K., M. Sukarto. 1975. The pillar inscription of Upit dalam: Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 131 (1975), no: 2/3, Leiden, 247-253. Leiden: Brill.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar