Kamis, 16 Mei 2013

Prasasti Lokanatha dari Padang Lawas

Gambar 1. Arca Bhatara Lokanatha (sumber: Bernet-Kempers 1959)

     Prasasti Bhatara Lokanātha ditemukan di Gunung Tua, Kecamatan Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas, sekarang disimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris B. 626b. Prasasti menggunakan aksara Pasca Pallawa, bahasa yang dipergunakan adalah Melayu Kuno. Prasasti ditulis tiga baris pada bagian belakang lapik arca Lokanātha, arca tersebut digambarkan berdiri (ābańga) pada lapik berbentuk teratai diapit oleh arca Tārā di kanan-kirinya, namun arca Tārā tersebut tinggal satu. Arca Tārā digambarkan duduk bersila di atas lapik teratai. Ketiga bantalan teratai berada pada alas yang berdenah segi empat, tempat dituliskan prasasti.

Gambar 2. Prasasti Lokanatha (dokumentasi B. B. Utomo)

Isi prasasti Bhatara Lokanātha menyebutkan tentang pembuatan patung Bhatara Lokanātha oleh seorang pandai perunggu yang bernama Suryya pada tahun 946 Ś (1024 M). Transkripsi Prasasti Bhatara Lokanātha:

  1. Swasti çaka warsātita 946 caitramāsa, tithi trītiya sukla, çekrawāra, tatkala juru pā
  2. ndai suryya barbwat bhatāra lokanātha, imānikuçala mūlā ni sarvva satva sādhāranik
  3. tvā, anu ttarā yām samyakram bodhau pariṇāmam yāmi

Terjemahan:

  1. Selamat tahun saka 946, bulan Çaitra, hari ketiga masa bulan terang, hari kelima, ketika itu juru pa
  2. ndai yang bernama Suryya membuat (patung) Bhatara Lokanātha, dari semua pekerja yang baik dan segala pembuatan harapan saya
  3. bagi semua kebijaksanaan yang tinggi dan lengkap (Setianingsih dkk. 2003: 11-12, dan dibaca ulang oleh Titi Surti Nastiti).

      Menurut Krom, bentuk aksara pada prasasti sama dengan bentuk aksara Jawa Kuno di Jawa Tengah, dan angka tahun yang tercantum pada prasasti adalah tahun 1024 Masehi (Krom 1927: Utomo 2008: 234). Sementara itu, Damais memperbaikinya dengan menyebutkan tanggal 30 Maret 1039 Masehi (Damais 1952: dalam Utomo 2008: 234). Kata "barbwat" menurut Satyawati Suleiman adalah bahasa Melayu Kuna dengan ciri batak, yang merupakan petunjuk bahwa arca ini dibuat setempat dan bukan diimport (Suleiman 1981: 47). Salah seorang epigraf yaitu Friederich tidak membaca angka tahunnya tetapi berdasarkan gaya tulisan pada Prasasti Lokanātha dari Gunung Tua (1024 M) yaitu Jawa Kuno mendekati Jawa Timur awal maka pertanggalannya digolongkan dalam abad ke- 10-11 M. (Guillot, Claude; Marie-France Dupoizat, Untung Sunaryo, Daniel Perret, Heddy Surachman, 2008: ).

Sumber:
Susetyo, Sukawati. 2010. Kepurbakalan Padang Lawas, Sumatra Utara : Tinjauan gaya seni bangun, seni arca dan latar keagamaan. Tesis Arkeologi: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Alihaksara dari saya sendiri:

  1. Swasti śaka warṣātīta ⁰ 946 ⁰ caitramāsa tithi trītiya sukla, śukrawāra, tatkala juru pā
  2. ṇḍai suryya barbwat bhaṭhāra lokanātha, imānikuśala mūlāṇaṁ sarvva satva sādhāraṇaṁ kṛ
  3. tvā, anuttarāyā samyaksambodhau parināmayāmī //


3 komentar:

  1. Pendapat saya sama dengan anda
    cekra = sukra.
    3 suklapaksa bulan cetra 946 saka adalah ha wa su wara =
    hariang wage sukra/jumat wuku wayang.
    bertepatan derngan tgl 3 maret 1025 Masehi
    Salam kenal dari anjrah widayaka 08122794618

    BalasHapus
  2. Menarik juga ya Sdr. Anjrah. Pedomannya pake kitab Wariga?

    BalasHapus
  3. . Trims...atas semua info nya gan.

    BalasHapus