Kamis, 09 Mei 2013

Tiga Prasasti Patapan dari Kali Garang

      Patapan, sebuah kata dari bahasa Jawa Kuna yang berarti tempat bertapa. Patapan memiliki akar kata tapa yang berarti praktik penyangkalan diri, praktik asketisme, atau disiplin diri dalam hal spiritual. Tiga gambar prasasti yang didapat dari halaman Perpustakaan Universitas Leiden ini berasal dari Kali Garang, Semarang, Jawa Tengah. Prasasti-prasasti ini berisikan batas-batas patapan itu sendiri. Dua prasasti di antaranya memuat kata kidul (selatan) dan laur (lor/utara). Satu prasasti terakhir punya dua aksara sejenis yang  memiliki bentuk 'tidak biasa'. Sepertinya aksara ini paling cocok dialihaksarakan sebagai lu (dalam kata luah). Patén/adĕgadĕg/wirama pada prasasti ini mengingatkan pada wirama yang ada pada prasasti Wayuku yang bertarikh 779 Śaka. Apakah prasasti ini berasal pada era yang berdekatan? Dengan dimensi 37 x 30 x 30 cm, berikut ini alihaksaranya.



Gbr 1. OD-12476
alihaksara: (1)// hengannya la(2)ur i paras //

Gbr 2. OD-12477
alihaksara: (1)// patapān ri pawai (2)kan ri wokaśri (3)dringannya* luah** (4)luah //


Gbr 3. OD-12478
alihaksara: (1)// hengannya kidul(2)i wewe //


* tampaknya sang pemahat, keliru memahat huruf "he". Huruf "he" dipahat dengan kemiringan hampir 90 derajat, sehingga huruf ini menyerupai "dri".
** aksara ini saya kira sangat mendekati "lu". Penampakannya menjadi aneh, jika ini benar "lu", karena penambahan diakritik "u" terlihat seperti sekali pahat tanpa memutuskan pemahatan "la" dan suku yang dipahat memutar melawan arah jarum jam, memotong garis horizontal di tengah aksara.

Referensi:
socrates.leidenuniv.nl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar