Jumat, 08 Agustus 2014

Pemasangan Tedong pada Prasasti Logam dari Zaman Sri Suradhipa

      Ada yang khas dalam penulisan suara dīrgha “a”, atau yang disebut tarung/tedong di prasasti logam dari zaman Sri Suradhipa ini. Aksara-aksara seperti: ṅa, ṭa, pa, la, dan ba akan punya bentuk yang berbeda jika suara a-nya dipanjangkan. Hal ini dilakukan oleh citralekha agar tidak terjadi kebingungan pembacaan. Soalnya, beberapa aksara yang disebutkan di atas dapat memiliki bentuk yang mirip dengan aksara lain jika tidak diakali pemasangan tarung/tĕdong-nya. Namun, untuk beberapa kasus, pemasangan tarung/tĕdong tetap diseragamkan. Bisa dilihat seperti di bawah ini:

Gambar 1
 Bandingkan dengan:

Gambar 2



 Namun, Jika diseragamkan:


Gambar 3
Pemasangan tarung/tĕdong juga harus diperhatikan ketika membuat kluster aksara (pasangan atau panganggé akṣara (gémpélan)).

Gambar 4

Sumber Gambar: socrates.leidenuniv.nl, OD. 3868-3874

Tidak ada komentar:

Posting Komentar