Patapan, sebuah kata dari bahasa Jawa Kuna yang berarti tempat bertapa. Patapan memiliki akar kata tapa yang berarti praktik penyangkalan diri, praktik asketisme, atau disiplin diri dalam hal spiritual. Tiga gambar prasasti yang didapat dari halaman Perpustakaan Universitas Leiden ini berasal dari Kali Garang, Semarang, Jawa Tengah. Prasasti-prasasti ini berisikan batas-batas patapan itu sendiri. Dua prasasti di antaranya memuat kata kidul (selatan) dan laur (lor/utara). Satu prasasti terakhir punya dua aksara sejenis yang memiliki bentuk 'tidak biasa'. Sepertinya aksara ini paling cocok dialihaksarakan sebagai lu (dalam kata luah). Patén/adĕgadĕg/wirama pada prasasti ini mengingatkan pada wirama yang ada pada prasasti Wayuku yang bertarikh 779 Śaka. Apakah prasasti ini berasal pada era yang berdekatan? Dengan dimensi 37 x 30 x 30 cm, berikut ini alihaksaranya.