Tampilkan postingan dengan label Konsonan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsonan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Agustus 2014

Aksara Konsonan dan Tanda Baca dari Zaman Raja Sri Suradhipa

Sumber gambar: Universitas Leiden, OD-3868, OD-3869, OD-3870, OD-3871, OD-3872, OD-3873, OD-3874


      Sebagaimana aksara turunan aksara Brahmī lainnya, aksara Bali Kuno juga punya seperangkat aksara yang mengandung fonem Sanskerta. Namun pada masa kini, di Indonesia fonem-fonem tersebut diucapkan tidak sepenuhnya sama dengan bahasa Sanskerta. Di tabel berikut ini ditampilkan hanya 30 bentuk aksara konsonan (akṣara wyañjana) dan 29 bentuk aksara konjungsi (pangangge akṣara/pasangan).  Bentuknya yang persegi membuat aksara-aksara ini tampil kaku, namun rapi. Mungkin aksara yang kaku ini disesuaikan dengan media penulisannya, yaitu logam.  Selain itu juga dipahat dengan sedikit miring. Adanya kuncir di beberapa aksara menjadi ciri khasnya. Apalagi dengan ukurannya yang cukup panjang. Ketebalan garis juga memberikan kesan semi-bold sehingga ukuran tiap aksara juga besar-besar.
     Selain konsonan, juga diberikan tabel tanda baca dan bentuk layar/surang dan tanda baca lainnya.