Sumber gambar: Universitas Leiden, OD-3868, OD-3869, OD-3870, OD-3871, OD-3872, OD-3873, OD-3874
Sebagaimana aksara turunan
aksara Brahmī lainnya, aksara Bali Kuno juga punya seperangkat aksara yang
mengandung fonem Sanskerta. Namun pada masa kini, di Indonesia fonem-fonem
tersebut diucapkan tidak sepenuhnya sama dengan bahasa Sanskerta. Di tabel berikut ini ditampilkan hanya 30 bentuk aksara
konsonan (akṣara wyañjana) dan 29 bentuk aksara konjungsi (pangangge
akṣara/pasangan). Bentuknya yang persegi membuat
aksara-aksara ini tampil kaku, namun rapi. Mungkin aksara yang kaku ini
disesuaikan dengan media penulisannya, yaitu logam. Selain itu juga dipahat dengan sedikit miring.
Adanya kuncir di beberapa aksara menjadi ciri khasnya. Apalagi dengan ukurannya
yang cukup panjang. Ketebalan garis juga memberikan kesan semi-bold
sehingga ukuran tiap aksara juga besar-besar.
Selain konsonan, juga diberikan tabel tanda baca dan bentuk layar/surang dan tanda baca lainnya.
Selain konsonan, juga diberikan tabel tanda baca dan bentuk layar/surang dan tanda baca lainnya.
Konsonan
*gambar yang dilekatkan kotak-kotak hitam menandakan bentuk aksara konjungsi/pasangan, sedangkan kotak hitamnya menggantikan aksara yang hendak diubah bunyinyaLambang Lainnya dan Tanda Baca
Referensi:
socrates.leidenuniv.nl
socrates.leidenuniv.nl


Tidak ada komentar:
Posting Komentar