Kronogram, atau lebih
dikenal dengan sengkalan di
Nusantara, adalah sebuah metode penggunaan kata-kata menjadi sebuah kalimat
untuk menggantikan angka tahun. Sengkalan sendiri terbagi menjadi dua, yaitu suryasengkala dan candrasengkala. Dari
asal katanya, suryasengkala disusun
dari dua kata, surya berarti
matahari dan sengkala berarti
tahun. Jadi bisa dikatakan bahwa suryasengkala adalah penulisan tahun
berdasarkan perputaran matahari (tahun matahari/solar). Sedangkan candrasengkala sendiri berarti penulisan tahun
berdasarkan perputaran bulan (tahun bulan/lunar) Kata-kata yang ada di sengkalan mengandung makna tersendiri yang
mewakili angka tertentu. Contoh, kata sirna yang
berarti hilang; pergi, mewakili angka 0 (nol). Uniknya lagi, angka dari
candrasengkala tidak dibaca sesuai dengan urutan katanya (kiri ke kanan), tapi
dibaca terbalik. Salah satu sengkalan yang terkenal adalah sirna (0) ilang (0) kertaning (4) bhumi (1) (1400 Saka), yang merupakan
tanda dari kemunduran Majapahit. Berikut ini adalah salah
satu contoh kronogram, walaupun yang tidak terkenal, tapi ini salah satu
kronogram yang saya coba pecahkan sendiri. Hehe