Terima kasih atas hukum ketertarikan, sepertinya saya punya jodoh dengan gambar ini. Sudah lama saya menemukannya, namun petunjuk yang ada nampaknya belum cukup untuk memecahkan alihaksaranya. Beberapa saat yang lalu, +Bhagya Ng pernah mengirimi saya gambar ini dan kami coba-coba mengalihaksarakannya. Kami punya alihaksara masing-masing, dan ternyata di antara kami nggak ada yang bener alihkasaranya waktu itu. Haha...
Baru-baru ini, pian Anang mempostkan gambar ini di blognya. Beberapa kali ketemu gambar ini kok sepertinya dia terus menggoda untuk bisa dibaca.
Baru-baru ini, pian Anang mempostkan gambar ini di blognya. Beberapa kali ketemu gambar ini kok sepertinya dia terus menggoda untuk bisa dibaca.
![]() |
| kern-gd-13-1321 |
Setelah mencari-cari di beberapa sumber, saya belum menemukan nama prasasti ini. Menurut Suleiman (Susetyo, 2010, p. 207) , aksara prasasti ini mirip dengan aksara pada prasasti Aek Sangkilon dari Padang Lawas, Sumatera Utara yang secara relatif berasal dari abad ke-14 Masehi. Berbeda dengan Suleiman, Schnitger (Susetyo, 2010, p. 208) berpendapat bahwa aksara ini berasal dari abad ke-12 Masehi. Jika dilihat, penggunaan aksara Nagari tipe ini memang pernah digunakan selama masa pemerintahan Krtanagara pada abad ke-12 di Singasari. Aksaranyapun mirip dengan prasasti di punggung patung Amoghapasa di Candi Jago.





















